Indonesia's Infrastrukture

Indonesia's Infrastrukture

Ambisi Presiden Joko Widodo untuk mengebut pembangunan infrastruktur terbaca dalam proyeksi anggaran tahun depan. Pembangunan infrastruktur secara konsisten memang menjadi fokus pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam draf Nota Keuangan RAPBN 2018 yang diperoleh CNNIndonesia.com, disebutkan besaran anggaran infrastruktur tahun depan diperkirakan mencapai Rp409 triliun yang terdiri dari infrastruktur ekonomi sebesar Rp395,1 triliun, infrastruktur sosial Rp9 triliun dan dukungan infrastruktur Rp4,9 triliun. 
Peningkatan anggaran tersebut secara umum disebabkan antara lain oleh peningkatan alokasi pada Kementerian/Lembaga (K/L) bidang infrastruktur, Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Infrastruktur, dan investasi pemerintah untuk infrastruktur.



Tantangan berikutnya soal pendanaan pembangunan infrastruktur jalan, perumahan, sumber daya air, energi, listrik, telekomunikasi, transportasi darat, transportasi laut, dan kereta api selama 2015-2019 diperkirakan mencapai Rp 4.796 triliun

Sementara itu Anggota Badan Pemeriksa Keuangan IV Rizal Djalil mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur diprioritaskan untuk 5 sektor infrastruktur prioritas (energi, transportasi, jalan dan jembatan, air, dan perumahan), dimana 3 diantaranya dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Sehingga wajar bila dari porsi pembiayaan APBN dan APBD (sekitar 41 persen), alokasi terbesar berada di Kementerian PUPR



Saat ini, ada 35 wilayah pengembangan strategis (WPS) yang dicanangkan untuk meningkatkan daya saing serta mengurangi disparitas antarwilayah.
Ia menambahkan, setidaknya ada empat sub sektor proyek infrastruktur yang kini tengah digenjot pemerintah, yaitu konektivitas, ketahanan air dan pangan, perumahan, serta infrastruktur pemukiman.

Konektivitas meliputi pembangunan 1.851 kilometer jalan tol, serta pembangunan 2.650 kilometer jalan baru dan 30 kilometer pembangunan jembatan baru. Hingga tahun 2017, panjang jalan tol yang telah dioperasikan mencapai 568 kilometer.


Berikut Progress pembangunan Infrastruktur sampai dengan tahun 2017
Sektor pembangunan memang terlihat dimana-mana, namun apakah pembangunan ini sudah efektif, sudah sesuai kebutuhan rakyat indonesia? atau hanya menguntungkan segelintir oknum saja?
Penulis Berharap benar adanya semua pembangunan ini di peruntukan untuk khalayak banyak.








Supadio Airport

Supadio Airport


Pontianak, Kalimantan Barat merupakan salah satu kota besar di Indonesia
Banyak suku dan ras yang tinggal di daerah situ
Infrastruktur dan bangunan penunjang pun mulai banyak di bangun
diantara bangunan tersebut ada diantaranya salah satu bandara terbesar di Indonesia yaitu Bandara Internasional Supadio

Supadio terletak di Kabupaten Kubu Raya Pontianak
tempatnya bersebelahan persis dengan lahan AURI
Di tahun 2017 ini bandara tersebut sudah mulai di operasikan secara maksimal
Proses pembangunan Bandana Supadio memakan waktu 3 tahun
terbagi menjadi 3 tahap, dimana tahap pertama dikerjakan oleh Kontraktor PP, tahap kedua oleh Hutama Karya dan tahap ketiga oleh Nindya Karya. Anggaran untuk membangun bandara ini kurang lebih sampai 500 milyar rupiah.
Kemungkinan masih ada tahap selanjutnya yang belum dikerjakan.


Gambar disamping Merupakan proses pembangunan tahap kedua yang dikerjakan oleh Hutama Karya

Bandara Supadio Terdiri dari tiga bagian, sayap barat, sayap timur dan bangunan tengah















Dengan pembangunan ini diharapkan menunjang perkembangan daerah tersebut, semakin banyak tourist yang berkunjung dan juga menambah penghasilan daerah juga

Terima Kasih

Steel Manufacture

Tahapan fabrikasi pada struktur baja yaitu: Raw Material Marking Tahapan ini merupakan tahapan awal dari proses fabrikasi, diman...